pendam rasa dibalut kata 'kawan'. tahun berganti, namun tetap di dalam lingkar tak berpenghujung. kamu ada, kala hati ini terpaut pada lelaki lain yang bukan kamu. merayu dalam diam, merajuk dalam ketiadaannya. kamu selalu ada, sampai akhirnya ia meninggalkan garis semesta yang kubuat. namun ketika ingin menyapa rasa itu, puan itu menggenggam separuh hatimu. sebuket mawar dan cinta yang diagung-agungkan. aku berdiri di beranda, mengumpulkan serakan hati yang semakin terburai. mungkin memang semestinya kita sama-sama berdiri di depan pintu dan tidak pernah beranjak. hanya menjadi saksi atas berjalannya hidup masing-masing.
dan lingkar ini tak seperti labirin yang memiliki area masuk pun keluar—meski dihiasi banyak jalan buntu. kita berlari di dalamnya, tarik-ulur tak perlu. aku hanya menunggu, kadang mundur teratur. karena saat ini, yang ada adalah dia, dan netramu tak beranjak. mungkin, kini yang kutunggu hanyalah kehancuran pertemanan ini. mungkin, yang kutunggu adalah kamu berlabuh dan semua rasa yang kita genggam tinggal kenangan.
// andai matamu, melihat aku.
08.01.26; 4.18pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar