5 Januari 2026

#30HBC2603 - tiga hari memasuki tahun yang telah diperbarui.

Kaki-kaki ini melangkah, menyambut akhir minggu pertama di tahun terbaru. Gempita malam itu telah berakhir, tak lagi tersisa di sepanjang mata ini menyapu jalanan Senayan. Jalanan terasa masih kosong, sepertinya sebagian penghuninya masih bermalas-malasan di penginapan-penginapan pinggir pantai—berharap liburan ini tak berakhir secepat tahun berganti. 

Aku punya sekian alasan mengapa hatiku berlabuh di kota yang katanya tak pernah tertidur ini. Kemudahan transportasi umum yang tak dimiliki kota lain. Cuaca yang lebih ramah dari tempatku dulu bertumbuh. Jangan ditanya, tempatnya terlalu panas sehingga mal-mal di tengah kota selalu menjadi opsi utama menghabiskan akhir pekan untuk bernaung di bawah pendingin ruangan. Tempat-tempat baru yang bisa didatangi, meski rasanya sama seperti enam setengah tahun yang lalu. Dimana hatiku bersemayam, dan tak berusaha pergi. 

Kota ini tak lagi terasa asing, namun tanpanya, melewati tempat-tempat yang sama terasa seperti mengenang sesuatu yang tak pernah nyata. Dalam sekelebat mata, semua berlalu. Tak pernah ada potret pasti, namun rasa yang ditinggal menjadi saksi. Dan pada akhirnya, memori itu kuharap semakin samar. Dengan menjejakkan kaki seorang diri, mengganti semua hantunya yang masih berdiri di pojok gelap sudut mata. 

Dan untuk alasan-alasan baru, untuk kembali merasa hidup. Setiap tahun selalu terasa seperti lembar baru, seperti kala pertama menginjakkan kaki di Gambir kala itu. Ada cerita yang ditulis, ada pula lembar-lembar lama yang kembali dibuka. Yang akhirnya kita sesali, karena kita selalu tahu apa akhirnya. Ada memori baru bertumpuk dengan yang lama. Namun pada akhirnya, hidup perlu melaju. Pada akhirnya kita melepas siapa pun yang datang, pun yang pergi dan tak dapat digenggam lagi


// refleksi hari ketiga, sekian minggu tanpanya.
05.01.26; 5.53pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar