Gemerlap jalanan kota ini masih sama seperti tahun-tahun yang sudah berlalu. Meski dilewati satu waktu kekosongan ketika semua insan tak menapak jalanan lebar Sudirman, bagian-bagiannya kini tetap dipenuhi asap polusi. Memeluk jiwa-jiwa lelah, mencari sedikit harap di antara ketidakpastian semesta. Ada tempat-tempat yang kupijak dan masih dapat kuhampiri. Napak tilas, istilahnya. Menemui memori maupun manusia yang pernah mengisi. Mencari kehidupan sosial di tengah kesepian.
Namun ada tempat-tempat di bagian Selatan dari kota ini yang mungkin akan meninggalkan sesak. Akan, kubilang. Karena sampai detik ini, aku belum mampu melewati tempat-tempat tersebut. Ada cerita-cerita yang dibagi di sebuah kedai kopi di tengah Gang Cipete. Kuakui, nama jalanannya tak se-estetik kata-kata yang biasa dimasukkan pada puisi. Namun meyakini puisiku kamu baca, rasanya mustahil. Kamu tidak akan pernah tahu.
Ada pusat-pusat perbelanjaan yang menjadi tempat kita bersua. Kini aku bahkan tak dapat mengingat apa saja yang telah dilalui, selain cerita-cerita yang dibagi. Karena kita terpaut oleh rangkaian kisah tentang hidup, terjalin menjadi memori yang bahkan mungkin sudah kau lupa. Yang ada, hanyalah ingatan-ingatan dan perasaan ketika jantung ini diremas oleh sesuatu yang tak pernah dapat kudefinisikan.
Gedung di Barat yang menjadi rumah untuk buku-buku itu selalu membuatku tersenyum. Untuk pertama dari segalanya. Untuk sebuah awal, dari peperangan yang tak akan pernah bisa kumenangkan. Bahkan, sudah kalah sebelum memulai. Untuk semua rasa, yang kini harus kupendam jauh. Untuk dia, yang menggenggamnya adalah kemustahilan. Tanpa rasa ragu, tanpa rasa yang lalu. Karena ia adalah sebentuk siluet yang selalu samar. Cinta, mungkin tidak. Tapi untuk tidak merasa, maka aku akan menambah daftar dosa untuk dusta.
Di bawah bulan penuh, memandangi jalanan Jakarta yang familier. Karena separuhnya, rasanya tak lagi sama ketika tak ada lagi kamu di dalamnya. Di bawah purnama kali ini, kukecup luka dan kesendirian ini. Lagi-lagi berharap, suatu saat nanti, tak perlu sepilu ini.
// di bawah langit sendu, lagi-lagi tanpamu.
01.06.25; 09.44pm
Untuk #angelealowesprompts day 1: "kissing under a full moon"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar